Selasa, 31 Maret 2020

HOKBEN



1.        Sejarah dan Struktur Organisasi Perusahaan
Pada tanggal 18 April 1985, HokBen pertama kali didirikan dibawah naungan PT. Eka Bogainti. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1985 di Jakarta oleh Hendra Arifin. Restoran pertama berlokasi di Kebon Kacang, Jakarta Pusat.
Hendra sebagai pemilik PT Eka Bogainti tertarik mengembangkan restoran cepat saji ala Jepang karena pada 1985 konsep itu belum ada di Indonesia. Ia pun melakukan studi banding ke Jepang dan kemudian membeli izin untuk menggunakan merek dan asistensi teknis Hoka Hoka Bento di Indonesia. Awalnya, HokBen di Jepang berbisnis makanan take away (pesan ambil/bawa pulang). Kini, Eka Bogainti memiliki penuh hak cipta atas merek merek HokBen. Sementara itu, usaha serupa dengan merek sama yang ada di Jepang sudah tidak ada lagi.
Pada tahun 1990 HokBen pertama kali membuka restoran di luar Jakarta, yaitu di Bandung. Hingga kini terdapat 26 gerai di kota ini. HokBen pertama kali membuka gerainya di Surabaya pada tahun 2005, dan hingga kini terdapat 10 cabang di Surabaya, Sidoarjo dan Malang. Pada tahun 2010 HokBen mengembangkan sayapnya ke wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Bali. Pada tahun 2008, HokBen memperoleh Sertifikat Halal




Struktur Organisasi

2.        Produk yang dihasilkan
Restoran ini menyajikan berbagai masakan Jepang populer, mulai dari tumisan (seperti yakiniku, teriyaki, burakkupeppa dengan pilihan daging sapi atau ayam) gorengan (seperti chicken katsu; ekkado; ebi furai; spicy chicken; tori baaga; serta kani roll, egg chicken roll, dan shrimp roll), sukiyaki, shumai, gyoza, hingga salad dan sup (seperti sukiyaki, chicken tofu, shrimp ball, dan shrimp dumpling) baik satuan maupun paket. Selain itu tersedia pula Tori Pop Corn, minuman dan hidangan penutup khas seperti es sarang burung, es ogura, koori konyaku, dan pudding.
3.      Konsumen yang dituju
Konsumen yang dituju oleh HokBen adalah semua kalangan masyarakat.
4.      Jumlah Cabang
Cabang pertama dibuka di Bandung. Sekarang, Hoka Hoka Bento memiliki 27 cabang yang tersebar di berbagai lokasi di Jawa Barat. Memperluas cabang ke Jawa Tengah (Jogjakarta, Semarang, Solo) dan Bali. HokBen pertama kali hadir di pulau Sumatera, tepatnya di kota Bandar Lampung. Store pertama di Sumatera ini berlokasi di Mall Boemi Kedaton lt.1. Dengan dibukanya HokBen MBK Bandar Lampung, maka kini HokBen memiliki total 147 store. Semua store HokBen dimiliki penuh oleh PT Eka Bogainti dan tidak membuka sistem franchise.

5.   Sumber daya yang digunakan
  • Sumber daya Alam 
  • Sumber daya Manusia 
  • Sumber daya Modal 
  • Sumber daya Pengusaha
6.      Perusahaan manakah yang menjadi pesaing dari HokBen
Ada beberapa perusahaan pesaing bagi HokBen yaitu terdiri dari : McDonald’s, KFC, Richesse Factory, Burger King, A&W  dan restoran Fast food lainnya.

7.      Siapa yang menjadi Investor HokBen
Setiap orang dapat menjadi investor bagi HokBen itu sendiri dikarenakan HokBen merupakan milik PT. Eka Bogainti sebagai pemilik hak waralaba HokBen tersebut.  PT. Eka Bogainti sendiri merupakan salah satu PT jenis tbk, yang berarti setiap orang bisa memiliki atau membeli saham dari PT. Eka Bogainti.

8. Cara HokBen dapat berkembang dan mendapat citra baik di mata masyarakat

  • Menjaga kualitas makanan 
  • Menjaga cita rasa makanan 
  • Menjamin kehalalannya 
  • Membuka cabang di berbagai wilayah Indonesia 
  • Komitmen untuk terus berinovasi menghadirkan menu baru bagi pelanggan

Sabtu, 28 Maret 2020

TUGAS SOFTSKILL ETIKA BISNIS


  • Dalam kasus ini saya akan menjelaskan cara mempromosikan suatu barang dan etika bisnis yang digunakan
  • Barang yang akan saya gunakan adalah produk alat kesehatan yang bentuknya seperti corong minyak atau wadah, dengan ukuran lebih kecil dan terbuat dari silikon berbahan aman untuk tubuh. Merek menstrual cup yang saya akan promosikan ialah Organicup.





Promosi :
Sebagai produk menstrual cup yang baru saja muncul di public, saya akan memperkenalkan produk menstrual cup dengan baik, supaya masyarakat dapat tertarik dengan produk tersebut.
  1. Saya akan mempromosikan produk dengan strategi word of mouth. Seperti kita menjelaskan kepada temen – temen dekat kita atau daerah lingkungan sekitar dulu agar mereka tertarik dengan produk tersebut dari situ kemungkinan mereka akan mempromosikan kepada orang lain dan akan begitu terus. Jadinya bisa banyak masyarakat yang tau akan produk tersebut dan tertarik. 
  2. Saya akan mempromosikan melalui media sosial, sepeti instagram, facebook, twitter, dan lainnya. Misalkan meng endorse selebgram atau artis yang sangat berpengaruh di masyarakat untuk ngereview produk Organicup dari situ masyarakat akan mengetahui dan menarik minat masyarakat. 
  3. Saya akan membuka kesempatan menjadi reseller dan dropshipper. Para reseller dan dropshipper dapat menjadi pihak-pihak yang ampuh dalam mempromosikan produk kita. Dengan adanya reseller dan dropshipper, saya dapat mempromosikan dan menjual produk bahkan ke daerah yang belum pernah dijangkau sebelumnya. Namun untuk reseller dan dropshipper akan ada harga khusus yang tentunya lebih rendah dengan begitu produk akan cepat terjual.  
  4. Saya akan menjadi sponsor. Saat ini banyak sekali event-event yang diadakan oleh berbagai pihak baik itu sekolah, kampus, perusahaan, instansi, event organizer tertentu dan lain sebagainya. Biasanya, penyelenggara membutuhkan sponsor untuk mendukung event tersebut. Dari situ kita dapat memanfaatkan event ini sebagai wadah promosi dengan berpartisipasi menjadi sponsor. Dengan menjadi sponsor, dapat membuat brand yang kita buat lebih dikenal dengan memberikan produk sebagai doorprize atau memasang booth pada event tersebut.
Etika Bisnis :
dalam hal ini saya akan menerapkan beberapa metode yaitu sebagai berikut
1.         Pengenalan diri
2.         Ucapkan terima kasih
3.         Pengembangan tanggung jawab social
4.         Bersikap jujur jika memang ada kekurangan
5.         Menciptakan persaingan yang sehat antar pengusaha yang lain
6.         Menjaga kesepakatan antar mitra
7.         Mempertahankan jati diri
8.         Konsep “ Perkembangan berkelanjutan”